Jasa Tukang Harian atau Borongan, Hemat Mana ?

Oct 20, 2020 | Artikel, Marcom Activity | 0 comments

MAKASSAR – Saat membangun rumah, orang tentu memerlukan tenaga tukang. Namun, seringkali kita kesulitan cara memilih tukang, termasuk menghitung biayanya. Menggunakan tukang perlu kecermatan agar hasilnya memuaskan dan biaya yang dikeluarkan tidak membengkak.

Jika tukang yang digunakan sudah dikenal, memilihnya tentu bukan pekerjaan sulit. Ada dua macam upah yang perlu diterapkan dalam membayar tukang, yakni sistem harian dan borongan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan, simak berikut ini:

Sistem harian memiliki kelebihan, yaitu tukang harus bekerja terus tanpa ada kesempatan menganggur. Untuk mengefisienkan pekerjaan tukang, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu material serta gambar teknik yang menerangkan apa saja yang perlu diganti, dirobohkan dan dibangun.

Tukang sedang bekerja.

Sisi positif lainnya, jika pekerjaan tukang dalam dua hari tidak memuaskan, Anda bisa langsung menghentikan pekerjaannya dan mengganti dengan tukang lain. Ini bisa langsung Anda lakukan tanpa harus menunggu hingga pekerjaan selesai.

Namun, sistem ini juga ada kekurangannya. Anda harus terus menerus mengawasi kerja tukang. Jika tidak diawasi, bukan tidak mungkin mereka tidak bekerja karena semakin lama proyek waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek, maka semakin banyak upah yang akan mereka terima.

Dilihat dari cara dan biayanya, sistem harian ini lebih tepat jika Anda pakai untuk renovasi dengan volume pekerjaan kecil, seperti mengganti letak pintu, keramik lantai, atau mengecat dengan ukuran kecil. Selain itu, akan lebih tepat jika Anda mempunyai waktu yang cukup banyak untuk mengawasi pekerjaan.

Pada sistem borongan setidaknya terdapat dua pola, borongan upah tenaga dan borongan secara keseluruhan. Perbedaannya, pada sistem borongan upah tenaga, Anda hanya membayar upah tukang saja. Adapun materialnya tetap Anda siapkan sendiri.

Ini berbeda dengan pola borongan keseluruhan, karena biaya atau upah tenaga dan bahan (material) diserahkan kepada tukang atau mandor. Jika Anda akan menggunakan sistem borongan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kerja tukang bisa lebih efisien.

Untuk memakai sistem ini, ada baiknya Anda menyiapkan gambar kerja berikut spesifikasi pekerjaan yang direncanakan. Meski menyerahkan pekerjaan kepada tukang, Anda harus turut mengawasi hasil pekerjaannya.

Hal ini mengingat tukang yang dibayar borongan biasanya ingin buru-buru selesai tanpa memperhatikan kualitas pekerjaaannya. Dilihat dari sisi harga, biaya borongan pola upah lebih murah daripada sistem borongan utuh. Besar biaya keduanya tergantung dari luasan bangunan yang dibangun. Nah, silahkan dipertimbangkan ya BROsowa…

Berita Terakhir

Komisi VII : Kita Harus Dukung Produk Anak Negeri

Komisi VII : Kita Harus Dukung Produk Anak Negeri

MAROS – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Eddy Soeparno, SH, MH menekankan jika Pemerintah harus mendukung penuh industri semen dalam negeri. Sebab industri tersebut akan menjadi pendorong perekonomian kedepannya, pasca tingginya angka Covid 19. Hal ini juga didasari...

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!