Memahami Istilah Perbetonan, K dan FC. Apakah Itu ?

Sep 21, 2020 | Artikel, Marketing Activity | 0 comments

MAROS – Dalam perbetonan ada dua istilah yang digunakan dalam menyebutkan kekuatan tekan dari beton yang akan digunakan. Istilah tersebut adalah K dengan FC. Istilah penyebutan kekuatan beton mengunakan K biasanya digunakan di lapangan, istilah tersebut sebenarnya mengacu pada PBI 1971 ( Peraturan Beton Bertulang).

Sedangkan untuk istilah penyebutan kuat tekan beton mengunakan istilah Fc biasanya digunakan di laboratorium, istilah Fc mengacu pada peraturan SNI 03-2847-2002

Namun saat ini kebiasaan di lapangan mengunakan istilah K untuk menyebut kekuatan beton. Hal itu bisa kita lihat dari seluruh supplier beton cor ready mix hampir semuanya menggunakan istilah K (kg/m2). Hal ini disebabkan para pelaku konstruksi masih susah beralih dari penyebutan yang mengacu pada PBI yaitu K (Kg/m2) ke istilah fc (mpa).

Bosowa Beton.

Perbedaan Sederhana Mutu beton K (Kg/m2) dan fc mpa (N/mm2)

•Mutu beton K adalah perhitungan kuat tekan beton menggunakan perhitungan (kg/m2). Sedangkan pada mutu beton yang menggunakan istilah fc ialah perhitungan kuat tekan beton dalam satuan mpa / megapascal (N/mm2).

•Mutu beton K menggunakan benda sample kubus 15x15x15, sedangkan pada mutu beton fc menggunakan benda sample silinder 15 x 30.

•Mutu beton K mengacu pada peraturan Beton Indonesia yang lebih lama BI 1971 N.1.-2 (Peraturan Beton Bertulang Indonesia). Sedangkan mutu beton fc mengacu pada peraturan terbaru SNI 03-2847-2002.

Konversi mutu beton K (Kg/cm2) ke fc (mpa)

Konversi satuan Mpa ke kg/cm2 ; 1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2. Misalnya pada perhitungan mutu beton K 100 mendapatkan perhitungan (100/10 x 0,83) = 100 x 0,083 = 8,3 mpa. Jadi mutu beton K100 jika di konversi ke fc ialah 8,3 mpa.

Misalnya pada perhitungan mutu beton dengan dengan kuat tekan fc. 5 Mpa, maka setara dengan = (5×10) / 0,83 = 50 / 0,83 = 60,24 kg/cm2. Jadi kuat tekan mutu beton fc sebesar 5 mpa jika dikonversi ke mutu beton K adalah sebesar 60, 24 kg/cm2. (*)

(Tech Support Dev Quality)

Berita Terakhir

Komisi VII : Kita Harus Dukung Produk Anak Negeri

Komisi VII : Kita Harus Dukung Produk Anak Negeri

MAROS – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Eddy Soeparno, SH, MH menekankan jika Pemerintah harus mendukung penuh industri semen dalam negeri. Sebab industri tersebut akan menjadi pendorong perekonomian kedepannya, pasca tingginya angka Covid 19. Hal ini juga didasari...

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!